AB.COM, 03 Juni 2025, Acara ini berlangsung di Aula Lantai II Aula Rektorat Universitas Pattimura Ambon pada pukul 09.00 Wit.
Dalam wawancara didepan awak media setelah selesai acara Shahacks, Program yang digelar oleh indosat untuk kaum Wanita Indonesia Khusus di Kota Ambon.
Walikota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menyampaikan bahwa jauh sebelum tiba musim penghujan sampai hari ini Pemerintah Kota sudah melakukan berbagai hal sebagai bentuk kesiap siagaan kita, diantaranya kita membersihkan seluruh parit – parit, drainase di Kota Ambon juga
menebang pohon-pohon besar kurang lebih 400 pohon di kota Ambon, kemudian melakukan himbauan/ sosialisasi kepada masyarakat, melakukan pelatihan tanggap bencana, itu semua yang dilakukan oleh pemerintah kota karena kami menyadari bahwa Ambon ini memiliki wilayah atau kota yang rawan bencana. Karena ini merupakan upaya upaya kita untuk membangun ketangguhan masyarakat untuk menghadapi bencana lewat mitigasi, bahkan lewat kontigensi bencana kita lakukan setiap waktu,”tegas Wattimena.
Kini kita memasuki musim penghujan yang di perkirakan oleh BMKG berlangsung dari bulan : Juny, July , Agustus : karena itu pemerintah kota menghimbau kepada masyarakat untuk kita waspada dan di setiap daerah rawan bencana yang telah kami lakukan peningkatan kapasitas masyarakat itu supaya menjadi acuan kita. kalo ada sesuatu masyarakat sudah tau bagaimana, apa yang harus mereka lakukan,”tutur Wattimena.
Sekali lagi walikota Bodewin wattimena menganjurkan agar masyarakat menghindari tempat-tempat yang rawan, pohon-pohon besar, bantaran sungai, tebing-tebing yang bisa menimbulkan resiko ketika terjadi bencana.
Soal Alam ini kita ridak bisa mengatur tugas kita adalah mengikuti apa yang menjadi anjuran pemerintah lalu kita berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa supaya kota Ambon ini dihindari dari bencana.
Kemarin di Jalam A. Y. Patty bukan karena tersumbatnya Drainase, melainkan dikarenakan setiap kali hujan dengan intensitas tinggi di kota Ambon dan Air pasang mengakibatkan air susah untuk terbuang ke laut , oleh karena itu terjadi genangan , tetapi setelah air laut surut langsung genangannya hilang ‘ tandas walikota Ambon.
Saya berharap kita tidak berasumsi dan pemerintah siap untuk dikritik, makanya sebelum hal ini terjadi kami pemerintah kota sudah membersihkan parit, drainase yang ada di kota Ambon . kalo kemaren tergenang saya kira itu bagian dari resiko alam yang mesti kita hadapi,”tutup Wattimena. (*)







