AB.COM, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menerima audience BMKG Kota Ambon di Ruang Kerja Wali Kota, Kamis. Pertemuan ini dihadiri juga oleh Kepala BPBD Kota Ambon Frits Tatipikalawan.
Audience ini menjadi tonggak penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dengan BMKG dalam upaya membangun Kota Ambon yang Tangguh Bencana.
TIga Laporan Strategis Disampaikan BMKG, Dalam pertemuan tersebut, BMKG Kota Ambon memaparkan 3 hal krusial kepada Wali Kota yakni, 1. Update Kondisi Cuaca dan Aktivitas Kegempaan, BMKG menyampaikan data terkini terkait potensi cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan aktivitas seismik di wilayah Kota Ambon sebagai dasar mitigasi.
2. Laporan Persiapan SLCN Kota Ambon, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ditargetkan segera berjalan. Fokusnya: meningkatkan kapasitas nelayan dalam membaca informasi cuaca maritim.
3. Rencana Pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi, Program baru untuk mengedukasi masyarakat umum, sekolah, dan komunitas tentang kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi.
Wali Kota Bodewin memberikan apresiasi atas inisiatif BMKG dan BPBD. Ia menekankan bahwa mitigasi bencana paling efektif dimulai dari edukasi.
“Kita punya potensi bencana laut dan gempa. Tapi kalau masyarakatnya paham dan siap, risikonya bisa kita tekan. Itu fungsi Sekolah Lapang ini,” tegas Bodewin.
Ia menginstruksikan agar program SLCN dan SLC Gempa segera disosialisasikan ke kecamatan dan kelurahan, terutama di wilayah pesisir dan rawan bencana.
“BPBD dan BMKG harus satu komando. Pemkot siap support. Target kita jelas: nol korban jiwa karena masyarakat tidak tahu informasi,” tutupnya. (*







